Membangun Model Kit Academy 1/72 P-51D Mustang: Pengalaman & Tantangan

Membangun Model Kit Academy 1/72 P-51D Mustang: Pengalaman & Tantangan

Karena saya kekurangan beberapa decal yang seharusnya ada dalam kit ini, saya memutuskan untuk membangun model ini sebagai P-51D generik yang berbasis di Inggris pada tahun 1944, bukan sebagai pesawat tertentu. Saya tidak memiliki kode atau nomor ekor yang sesuai, jadi saya akan mengandalkan decal cadangan.

Skema warna yang saya gunakan terinspirasi dari pesawat dalam foto Bottisham Four yang diambil pada musim panas 1944, terutama pesawat bernomor E2S. Skema ini juga mirip dengan yang digunakan pada Geraldine, sebuah P-51D yang telah direstorasi dengan indah.

Warna dasarnya adalah logam tanpa cat, tetapi bagian atas sayap, ekor, dan sebagian badan pesawat dicat Olive Drab, sesuai dengan panel anti-silau di hidung pesawat. Pesawat ini juga memiliki garis invasi di bagian bawah sayap serta sisi belakang fuselage, tetapi tidak di bagian bawahnya.

Proses Perakitan

Kokpit dan Fuselage

Seperti biasa, perakitan dimulai dari kokpit. Detail sisi dan lantainya cukup baik, dan kursinya juga lumayan, meskipun tali pengaman yang dicetak di plastik tidak terlalu tajam. Namun, panel instrumen sangat mengecewakan.

Bagian plastik memiliki cetakan instrumen, tetapi tidak menyerupai panel asli P-51. Decal yang disediakan terlalu kecil, tidak pas, dan bahkan lebih tidak akurat. Akhirnya, saya memilih menggunakan panel plastik apa adanya, dengan harapan tidak terlalu terlihat.

Saya kemudian mengecat kokpit dan menyatukan kedua bagian fuselage. Hasilnya sangat memuaskan—tidak ada celah yang perlu diisi dengan dempul.

Sayap, Ekor, dan Garis Invasi

Selanjutnya, saya mengecat bagian bawah sayap dan ruang roda dengan warna aluminium menggunakan Vallejo Model Air Aluminium. Ini adalah pertama kalinya saya mencoba cat berbasis airbrush, dan hasilnya cukup baik—tidak sempurna, tetapi cukup menyerupai tampilan logam asli.

Setelah itu, saya menambahkan garis invasi di bagian bawah sayap. Saya menempelkan pintu roda dan flap pada posisinya sebelum mengaplikasikan garis, lalu memotongnya dengan hati-hati setelah cat kering.

Saya menggunakan sisa decal garis invasi dari kit Airfix Typhoon yang saya rakit sebelumnya. Meskipun sedikit rumit untuk dipotong agar sesuai dengan P-51, hasilnya cukup memuaskan.

Kemudian, saya memasang sayap dan ekor pesawat. Penyambungannya cukup baik, hanya perlu sedikit dempul di akar sayap. Saya juga mengecat bagian bawah fuselage dan menambahkan garis invasi di sana.

Pengecatan & Decal

Saya melanjutkan dengan mengecat bagian atas fuselage dengan Olive Drab. Saya juga mulai menempelkan beberapa decal—kode huruf dan nomor ekor dibuat sendiri dari decal cadangan, karena pesawat ini bukan berdasarkan unit tertentu.

Sayangnya, decal bawaan kit ini sangat sulit digunakan. Mereka sangat rapuh, mudah sobek atau kusut, dan sulit untuk digeser ke posisi yang tepat setelah ditempel. Setelah memasang semua decal (baik dari kit maupun dari koleksi cadangan), saya melanjutkan dengan pemasangan knalpot, flap, roda pendarat, dan tangki bahan bakar tambahan.

Kaki roda utama cukup kokoh dan pas dengan sempurna di lubang sayap, yang menghasilkan roda pendarat yang kuat—hal yang sangat saya hargai setelah berurusan dengan kit pesawat lain yang memiliki roda rapuh.

Setelah itu, saya melapisi model dengan vernis matte, kemudian menambahkan oil wash ringan pada bagian logam untuk menonjolkan detail permukaan.

Pemasangan Baling-Baling & Kanopi

Langkah berikutnya adalah memasang baling-baling, spinner, dan bagian hidung. Saya mengalami tantangan dalam mengecat warna kuning pada spinner—seperti biasa, cat kuning memerlukan beberapa lapisan untuk menghasilkan warna yang rata, bahkan setelah menggunakan dasar putih.

Akhirnya, saya memasang kanopi dan kaca depan. Kit ini menyediakan satu bagian kaca depan dan dua pilihan kanopi. Instruksi menyarankan menggunakan bagian 2 dari sprue transparan, tetapi setelah melihat bentuknya, saya merasa bagian 3 lebih mendekati bentuk kanopi yang sering terlihat pada P-51D. Akhirnya, saya memilih bagian 3 untuk proyek ini.

Dengan pemasangan terakhir ini, model Academy P-51D saya pun selesai!

Kesimpulan

Setelah mengalami kesulitan dengan kit Revell He 70 yang memiliki banyak masalah sambungan dan kompleksitas tinggi, saya menginginkan kit yang lebih sederhana dan mudah dibangun. Kit Academy P-51D ini memberikan pengalaman yang cukup menyenangkan. Sambungan antarbagian umumnya baik, tidak ada tantangan besar dalam perakitan, dan secara keseluruhan, proporsinya tampak cukup akurat.

Namun, ada beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan:

  • Detail rivet di sayap sedikit berlebihan, tetapi tertutupi setelah beberapa lapisan cat.
  • Kokpit dan ruang roda memiliki detail yang cukup baik, tetapi panel instrumen sangat buruk, baik dalam versi cetakan plastik maupun decal. Untungnya, dalam skala 1/72, detail ini tidak terlalu terlihat, terutama jika kanopi dalam posisi tertutup.
  • Decal yang disediakan dalam kit ini sangat buruk—rapuh, sulit dipindahkan, dan mudah sobek. Saya hanya menggunakan decal bintang dan garis biru-putih di sayap dan fuselage, tetapi tetap gagal dalam salah satunya. Jika Anda ingin menggunakan decal bawaan untuk nose-art yang lebih kompleks, Anda perlu keterampilan ekstra atau keberuntungan besar untuk mendapatkan hasil yang baik.

Secara keseluruhan, kit ini adalah pilihan yang lumayan dengan harga yang cukup terjangkau. Meskipun memiliki beberapa kekurangan, kit ini tetap dapat menghasilkan model yang cukup meyakinkan sebagai P-51D. Jika Anda tertarik membangunnya, satu hal yang perlu diwaspadai adalah kualitas decalnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *