Membangun Diorama Laut untuk Tamiya 1/700 HMS Nelson (1974)

Tamiya 1/700 HMS Nelson (1974)

Sebelum memulai perakitan model kapal ini, saya memutuskan untuk membuat diorama laut sebagai alas pajangan. Ini adalah pertama kalinya saya mencoba membuat diorama semacam ini, jadi saya ingin metode yang sederhana dan mudah dilakukan. Saya pun merancang pendekatan sendiri untuk proses ini.

Sebagai dasar, saya menggunakan sepotong kayu lapis kecil. Lalu, saya membentuk pola gelombang dasar menggunakan sealant silikon yang diaplikasikan dengan alat pembantu. Setelah itu, saya menutupinya dengan lapisan tipis plester yang diratakan.

Selanjutnya, saya menggunakan campuran dempul yang lebih tebal untuk menambahkan efek turbulensi di sekitar lambung kapal. Saya menggunakan bagian bawah lambung sebagai template agar bentuknya sesuai dengan kapal.

Kemudian, saya menambahkan gelombang di haluan kapal. Saya melihat banyak model kapal lain yang menampilkan gelombang besar seperti kapal hydrofoil berkecepatan tinggi, tetapi saya ingin sesuatu yang lebih realistis. Oleh karena itu, saya menggunakan foto HMS Nelson yang sedang berlayar di Mediterania sebagai referensi.

Hasil akhirnya tidak terlalu dramatis dibandingkan model lain, tetapi saya merasa ini lebih masuk akal untuk kapal perang besar yang bergerak relatif lambat. Setelah itu, saya mengecat diorama menggunakan cat akrilik seniman dengan campuran biru, hijau, dan putih untuk menciptakan variasi warna yang menarik di permukaan laut.

Sebagai sentuhan akhir, saya mengecat tepi alas dengan warna abu-abu tua agar tampak lebih rapi. Seluruh diorama kemudian diberi lapisan vernis kapal transparan mengilap. Proses pengeringan membutuhkan waktu lama, tetapi hasil akhirnya memberikan kilau yang dalam dan tampak realistis. Setelah semuanya kering, saya mencoba menempatkan lambung kapal yang belum dicat, dan ternyata pas dengan sempurna.

Saya sangat menikmati proses pembuatan diorama ini. Selain cepat, prosesnya juga sangat berbeda dari teknik perakitan model biasa karena lebih bersifat bebas tanpa pola tetap. Saya pun merasa bahwa diorama laut benar-benar menambah kesan realistis pada model waterline. Setelah diorama selesai, saya mulai mengerjakan model kapal itu sendiri.

Perakitan Model Kapal

Saya memutuskan untuk membangun model ini langsung dari dalam kotak tanpa modifikasi tambahan. Awalnya, saya mempertimbangkan untuk menambahkan pegangan dan rigging, tetapi setelah mencoba set pegangan skala 1/700 dari Trumpeter, saya merasa ukurannya terlalu besar dan kurang proporsional.

Saya juga merasa bahwa teknologi saat ini belum memungkinkan pembuatan pegangan yang tampak realistis pada skala sekecil ini. Hal yang sama berlaku untuk rigging—bahkan sprue yang ditarik halus pun tetap terlihat terlalu besar dalam skala ini.

Saya memulai dengan mengecat dek dan lambung kapal. Proses ini memakan waktu lebih lama dari yang saya perkirakan karena banyaknya detail kecil yang perlu dicat dengan hati-hati. Selain itu, ada beberapa lubang yang harus ditutup, meskipun instruksi tidak menyebutkannya.

Misalnya, dek utama memiliki dua belas lubang untuk memasang davit kapal, dengan enam di setiap sisi. Namun, kit ini hanya menyediakan delapan davit—enam di sisi kiri dan dua di sisi kanan. Artinya, empat dari enam lubang di sisi kanan harus ditutup sebelum perakitan lebih lanjut.

Selanjutnya, saya mulai merakit superstruktur kapal. Ini adalah bagian yang cukup kompleks karena terdiri dari banyak bagian kecil yang harus dicat secara terpisah.

Sebagai contoh, menara pusat memiliki tinggi kurang dari satu inci tetapi terdiri dari 23 bagian. Oleh karena itu, saya memilih untuk mengecat sambil merakit, karena mengecat setelah perakitan selesai akan jauh lebih sulit mengingat ukuran dan detailnya yang kecil.

Dek atas pada HMS Nelson terbuat dari kayu, tetapi dilapisi dengan bahan anti-selip berwarna abu-abu gelap. Saya mencoba mencerminkan detail ini dalam pengecatan. Setelah sebagian besar superstruktur selesai, saya menambahkan persenjataan, sekoci penyelamat, dan beberapa detail kecil lainnya.

Bagian utama seperti turret utama juga selesai. Meskipun instruksi tidak menyebutkannya, saya percaya bahwa atap turret utama dan sekunder juga dilapisi bahan anti-selip yang sama. Karena saya tidak memiliki bor sekecil itu untuk melubangi laras meriam utama, saya akhirnya mengecat ujungnya dengan warna hitam untuk memberi ilusi bahwa larasnya berlubang.

Setelah menyelesaikan pemasangan turret sekunder dan sekoci penyelamat, saya menambahkan meriam anti-pesawat serta detail kecil lainnya pada lambung dan superstruktur. Tahap akhir meliputi pemasangan davit dan kapal penyelamat serta penambahan efek cuaca pada lambung menggunakan pastel seniman.

Laporan Akhir

Awalnya, saya mengira bahwa model skala 1/700 ini akan menjadi proyek yang sederhana dan cepat. Namun, ternyata saya salah. Meskipun tidak sulit untuk dirakit, model ini memiliki detail yang sangat banyak dan memerlukan waktu lebih lama dari perkiraan. Namun, seperti yang diharapkan dari kit Tamiya, tingkat kecocokan antar bagiannya sangat baik, sehingga tidak ada kendala teknis yang berarti.

Saya sangat menikmati proses pembuatan diorama laut karena memberikan variasi dari aktivitas perakitan model biasa. Selain itu, saya merasa bahwa model waterline akan selalu tampak lebih hidup jika ditempatkan dalam diorama laut.

Dalam hal pengecatan, saya menemukan bahwa metode terbaik adalah mengecat sambil merakit. Jika saya merakit semuanya terlebih dahulu dan baru mengecat, hasil akhirnya pasti akan lebih sulit dan kurang rapi. Namun, saya kurang puas dengan hasil akhir pada dek utama.

Meskipun memiliki detail ukiran papan kayu yang sangat halus, dek ini memerlukan beberapa lapisan cat untuk mendapatkan warna yang konsisten pada plastik abu-abu, sehingga sebagian besar detail akhirnya tertutup. Saya mencoba menggunakan wash minyak untuk menonjolkan detail, tetapi hasilnya malah membuat dek terlihat terlalu kotor.

Secara keseluruhan, membangun kapal perang skala kecil seperti ini sangat berbeda dengan membangun model pesawat atau kendaraan tempur. Detailnya jauh lebih banyak dan kompleks. Saya juga merasa bahwa akan lebih baik jika Tamiya menentukan periode waktu tertentu untuk kit ini. Kapal perang besar seperti HMS Nelson mengalami berbagai perubahan selama masa dinasnya, dan versi tahun 1930 akan sangat berbeda dengan versi tahun 1945.

Saya menduga model ini merepresentasikan konfigurasi HMS Nelson pada paruh kedua tahun 1945, tetapi saya tidak yakin 100% dengan akurasinya. Jika itu menjadi perhatian bagi Anda, mungkin ada baiknya mencari referensi atau model alternatif yang lebih spesifik.

Namun, jika Anda tidak terlalu peduli dengan aspek sejarah yang sangat detail, kit ini tetap merupakan model yang sangat baik meskipun usianya hampir 50 tahun. Dengan kesabaran dan tambahan detail seperti pegangan dan rigging, model ini bisa menjadi karya luar biasa bagi kolektor dan penghobi model kapal perang.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *