Saatnya mengulas kembali salah satu kit klasik, kali ini dari tahun 1974. Seperti halnya Tamiya yang dikenal sebagai pelopor skala 1/35 untuk model kendaraan tempur (AFV), perusahaan ini juga berperan dalam pengembangan skala 1/700 untuk model kapal perang.
Pada awal tahun 1970-an, Tamiya mulai mengukuhkan diri sebagai produsen model plastik terkemuka di Jepang. Namun, perusahaan ini juga merupakan bagian dari Shizuoka Plastic Model Manufacturers’ Association, sebuah asosiasi yang juga mencakup Hasegawa, Fujimi, dan Aoshima. Pada tahun 1971, asosiasi ini mengumumkan rencana ambisius: mereka akan memproduksi model kapal 1/700 waterline untuk setiap jenis kapal yang digunakan oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (IJN) selama Perang Dunia II. Saat itu, belum ada produsen lain yang menawarkan model dengan skala ini, karena kebanyakan kit kapal tersedia dalam skala 1/400 – 1/720.
Skala ini terbukti sangat populer, dan pada tahun 1974, Tamiya Waterline Series diperluas untuk mencakup kapal perang dari negara lain. Kapal pertama yang masuk dalam ekspansi ini adalah dua kapal perang Inggris bersaudara, HMS Nelson dan HMS Rodney. Pilihan ini mungkin terasa agak aneh untuk memulai ekspansi baru, karena kapal-kapal ini tidak sepopuler kapal perang lain yang muncul kemudian. Namun, kit ini sukses di pasaran, dan Waterline Series Tamiya kini mencakup lebih dari 180 model kapal, terutama dari era Perang Dunia II, dengan mayoritas masih berfokus pada armada IJN. Saat ini, banyak produsen lain yang juga mengadopsi skala 1/700, menjadikannya salah satu dari dua skala paling populer untuk model kapal perang (bersama dengan 1/350).
Jadi, kit ini merupakan bagian dari sejarah, karena merupakan salah satu upaya pertama Tamiya dalam menciptakan model Waterline Series yang bukan dari armada Jepang—pada masa ketika skala 1/700 masih dianggap tidak biasa. Saya berhasil menemukan kit ini dengan harga di bawah €20, yang menjadikannya cukup terjangkau. Tetapi dengan usia hampir 50 tahun, apakah kit ini masih layak dikoleksi?
Sejarah HMS Nelson
Kapal perang kelas Nelson, HMS Nelson dan HMS Rodney, dibangun pada tahun 1920-an dengan desain yang dibatasi oleh Perjanjian Angkatan Laut Washington 1922, yang membatasi tonase maksimum hingga 35.000 ton. Hal ini menyebabkan desain kapal yang unik dan cukup aneh. Tiga menara utama, masing-masing dengan tiga meriam 16 inci, ditempatkan di depan struktur utama kapal.

Desain ini memungkinkan sabuk baja utama kapal (setebal 14 inci) menjadi lebih pendek dibandingkan desain tradisional yang menempatkan menara meriam di bagian depan dan belakang superstruktur. Dengan cara ini, bobot kapal tetap berada dalam batas yang ditetapkan oleh perjanjian. Karena tampilan yang tidak biasa, Nelson dan Rodney dijuluki “The Ugly Sisters” (Si Kakak-Adik Jelek) oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

HMS Nelson resmi bertugas pada 1927 dan ketika Perang Dunia II dimulai pada September 1939, ia menjadi kapal utama Armada Inggris, berbasis di Scapa Flow, Orkney Islands. Selama perang, kapal ini terlibat dalam berbagai operasi besar:
-
1941: Berpartisipasi dalam konvoi ke Malta, tetapi mengalami kerusakan berat akibat torpedo udara dan harus kembali ke Inggris untuk perbaikan.
-
1942: Terlibat dalam Operasi Torch, mendukung pendaratan Sekutu di Afrika Utara.
-
1943: Mendukung Operasi Husky (invasi Sisilia) dan Operasi Avalanche (pendaratan di Salerno, Italia).
-
1944: Mendukung Operasi Overlord (Invasi Normandia), tetapi terkena dua ranjau laut yang menyebabkan kerusakan besar dan membutuhkan perbaikan di Inggris dan Amerika Serikat.
-
1945: Menjadi kapal utama Armada Timur yang berbasis di Ceylon (Sri Lanka) dan ikut serta dalam operasi merebut kembali Malaya dari Jepang.
Meskipun tidak pernah terlibat dalam pertempuran laut besar, HMS Nelson memainkan peran penting dalam memberikan dukungan tembakan berat untuk operasi darat.
Isi Kotak
Di dalam kotak model ini, Anda akan menemukan:
-
Satu bagian utama untuk lambung dan dek kapal
-
Dua sprues plastik abu-abu dengan berbagai detail kapal
-
Satu bagian dasar kapal dari plastik hitam
-
Dua pemberat untuk dimasukkan ke dalam dasar kapal
-
Set instruksi
Hal yang paling menonjol dari kit ini adalah kualitas cetakannya. Meskipun cetakan ini sudah hampir 50 tahun, bagian-bagian model tetap tajam dan bersih, tanpa adanya flash atau detail yang melembut. Beberapa kit klasik dari era yang sama, seperti Airfix, mulai menunjukkan penuaan dengan detail yang kurang tajam. Namun, Tamiya berhasil menjaga kualitas cetakan tetap prima. Bahkan bagian-bagian kecil seperti laras meriam AA terlihat tajam dan mendekati skala aslinya.
Instruksi kit ini juga mencakup sejarah singkat HMS Nelson serta dua skema warna:
-
Skema Mediterania (1943)
-
Skema Pasifik Timur (1945)
Namun, perlu dicatat bahwa kapal ini menjalani refit besar di Amerika Serikat pada akhir 1944. Kit ini tampaknya menggambarkan konfigurasi terakhirnya pada 1945, jadi jika ingin menggunakan skema warna 1943, Anda mungkin perlu melakukan riset tambahan untuk menyesuaikan detailnya.
Apakah Kit Ini Layak Dimiliki?
Jika Anda penggemar model waterline, saya rasa tidak ada alasan untuk tidak menginginkan kit ini. Meskipun tidak memiliki jumlah bagian sebanyak kit kapal perang modern, detail yang diberikan sangat baik dan kualitas cetakannya luar biasa untuk kit seumur ini.
Namun, jika Anda ingin opsi lain yang lebih baru:
-
Meng Models (2016) merilis 1/700 HMS Rodney, yang bisa dirakit sebagai model waterline atau full hull.
-
Trumpeter (2018) merilis 1/700 HMS Nelson (1944), dengan lebih dari 400 bagian plastik serta beberapa photo-etched (PE) parts, yang bisa dirakit dalam mode full hull atau waterline.
-
Airfix (1961) juga pernah merilis 1/600 HMS Nelson, tetapi kit ini mulai menunjukkan usianya, dengan detail yang lebih lembut dibandingkan versi Tamiya.
Secara keseluruhan, Tamiya 1/700 HMS Nelson (1974) tetap menjadi kit klasik yang layak dikoleksi. Bagi yang mencari model historis dengan kualitas cetakan luar biasa, kit ini adalah pilihan yang solid!